Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM kembali menyapa masyarakat lewat kegiatan pengabdian di bidang diabetes melitus (DM). Pada Jumat, 7 Agustus 2026, Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (KMPK) FK-KMK UGM menggelar seminar edukasi “Metabolic Mastery Class” di Klinik Dokter Keluarga Korpagama UGM, mengangkat pesan “Hidup Selaras: Mengelola Diabetes/Pre Diabetes secara Mandiri untuk Hidup yang Lebih Sehat”.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan self-care berbasis Personal Health Record di layanan kesehatan primer UGM. Sekitar 30 peserta hadir, terdiri dari peserta Prolanis Klinik Korpagama, peserta dan kader Health Promoting University (HPU) UGM dan HPU FK-KMK UGM, serta perawat Prolanis Korpagama. Sebelum masuk ke materi, seluruh peserta lebih dulu mengisi pre-test untuk mengukur pemahaman awal mereka soal diabetes.
Materi pertama disampaikan Lusha Ayu Astari, MPH, membahas peran layanan primer dan Prolanis dalam mencegah diabetes. Peserta diajak mengisi papan curah pendapat interaktif langsung dari gawai masing-masing, sehingga jawaban dan pengalaman mereka bisa langsung dibahas bersama. Di akhir sesi ini, Lusha juga mengajak peserta bermain kuis ringan “Pak Gama Game” untuk menguji sekaligus mengulang pemahaman yang baru saja dibahas.
Sesi kedua dibawakan dr. Bagas Suryo Bintoro, Ph.D, mengupas faktor risiko DM tipe 2 dan cara mempertahankan perubahan perilaku sehat secara bertahap. Materi ini terasa dekat karena dr. Bagas turut membagikan pengalaman pribadinya menjaga pola hidup sehat, bukan sekadar teori.
Materi ketiga oleh dr. Galuh Dyah Fatmala, Sp.KKLP, menjelaskan konsep self-care diabetes, kapan harus konsultasi ke tenaga kesehatan, serta peran keluarga dan kader sebagai pendamping. Ketiga materi ini kemudian dibahas dalam diskusi panel yang dipandu Hanifah Wulandari, S.Gz., MPH.

Rangkaian acara ditutup dengan demonstrasi aplikasi NusaCare oleh Muhammad Rizky Mangkuwidjaya, S.Si., MHPM. NusaCare adalah aplikasi Personal Health Record yang bisa dipakai mencatat kondisi kesehatan, memantau aktivitas fisik dan makanan, memasang target kesehatan, hingga mengingatkan jadwal kontrol. Peserta langsung mencoba mendaftar dan mencatat kesehatan mereka di aplikasi ini didampingi panitia. Sebagai penutup, seluruh peserta mengisi post-test untuk melihat sejauh mana pemahaman mereka bertambah setelah mengikuti seluruh rangkaian acara.
Lewat seminar dan pendampingan aplikasi ini, FK-KMK UGM berharap peserta Prolanis semakin percaya diri mengelola kesehatannya sendiri, sekaligus memperkuat jejaring dukungan antara tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat di layanan primer.
Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!