
Transformasi sistem kesehatan Indonesia menempatkan penguatan pelayanan rujukan sebagai salah satu agenda utama, khususnya melalui pengembangan layanan prioritas Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU). Pada saat yang sama, perubahan demografi menunjukkan peningkatan signifikan populasi lanjut usia (geriatri), yang merupakan kelompok pengguna utama layanan KJSU dengan karakteristik klinis yang kompleks dan kebutuhan pelayanan jangka panjang.
Dalam konteks tersebut, layanan KJSU–geriatri tidak dapat dipandang sebagai pelayanan episodik di rumah sakit semata, melainkan sebagai bagian dari continuum of care yang mencakup layanan primer (FKTP), layanan rujukan (rumah sakit), hingga perawatan lanjutan dan paliatif. Kualitas deteksi dini, skrining, dan penetapan tujuan rujukan di tingkat FKTP sangat menentukan mutu pelayanan, efisiensi operasional, serta keberlanjutan layanan KJSU di rumah sakit.
Perubahan arah sistem rujukan ke depan—menuju rujukan berbasis kompetensi—menuntut kesiapan seluruh spektrum fasilitas kesehatan. Variabilitas kapasitas FKTP, termasuk keterbatasan SDM medis di sebagian puskesmas, berpotensi menimbulkan salah rujuk, keterlambatan terapi, dan peningkatan beban operasional rumah sakit rujukan. Oleh karena itu, manajemen rumah sakit perlu memahami dinamika layanan primer sebagai faktor eksternal strategis yang memengaruhi desain layanan unggulan KJSU.
Selain itu, berkembangnya wacana pengelolaan pasien lansia melalui pendekatan home care, hospital at home, dan layanan paliatif, menuntut rumah sakit untuk menata ulang peran dan model layanannya dalam sistem continuum of care. Perubahan ini tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan penguatan sistem informasi kesehatan, khususnya electronic medical record (eMR) yang terintegrasi lintas fasilitas dan lintas episode pelayanan, sebagai fondasi koordinasi layanan, kesinambungan perawatan, dan pengambilan keputusan manajerial berbasis data.
Seminar ini dirancang untuk membantu pengelola rumah sakit dan klinisi memahami implikasi manajerial dari pendekatan continuum of care KJSU–geriatri, serta merumuskan strategi pengembangan layanan unggulan yang adaptif, realistis, dan berkelanjutan.



