Seri Seminar Nasional Clinical Leadership
Latar Belakang Kegiatan
Transformasi Sistem Kesehatan Indonesia yang diperkuat melalui UU Kesehatan No. 17 Tahun 2023 merupakan langkah strategis untuk memperbaiki mutu, akses, dan ketahanan sistem kesehatan nasional. Perubahan ini mencakup penguatan layanan primer, reformasi rujukan, peningkatan kompetensi SDM kesehatan, tata kelola pembiayaan, serta pemanfaatan teknologi dan data kesehatan sebagai dasar pengambilan kebijakan. Implementasi transformasi tidak hanya memerlukan perbaikan regulasi. Semua hal ini membutuhkan peran pemimpin yang mampu mengarahkan organisasi dan ekosistem layanan kesehatan agar bergerak menuju perubahan yang lebih baik.
Dalam pelayanan kesehatan anak di rumah sakit ada pertanyaan siapa pemimpin yang mampu meningkatkan mutu pelayanan. Jawabannya adalah Pemimpin-pemimpin klinis. Mereka adalah tenaga medik yang memimpin tim multidisiplin yang terdiri atas berbagai profesi: dokter spesialis anak, dokter umum. dokter spesialis lain terkait pelayanan anak, perawat mahir anak, teknisi lab dan berbagai profesi lain.
Siapa mereka? Jumlahnya tergantung dari besaran dan kompleksitas RS. Di RS yang menjadi rujukan nasional (tertinggi) untuk pelayanan kesehatan anak, tentunya berbeda dengan RS di sebuah kabupaten yang menjadi rujukan di daerahnya. RS yang menjadi tempat pendidikan juga berbeda jenis dan jumlahnya.
Webinar ini membahas mengenai siapa pemimpin klinis di RS, tim apa yang dipimpinnya. apa yang dikerjakan sehari-hari, posisi dalam struktur kepegawaian RS, dan jabatan akademik atau fungsional yang dapat ditempuh.
Tujuan Kegiatan:
- Melakukan identifikasi para pemimpin di RS-RS rujukan nasional, regional, dan kabupaten.
- Membahas tim lintas profesi yang dipimpin secara multidisiplin.
- Membahas struktur RS saat ini, dan posisi serta tugas pemimpin klinis (external dan internal RS).
- Membahas strategi peningkatan profesionalisme pemimpin dan dampaknya pada mutu pelayanan rumah sakit dan status kesehatan masyarakat.
Waktu dan Tempat Kegiatan
Hari/Tanggal : 25 Februari 2026
Waktu : 13.30 – 16.00 WIB
Tempat : Ruang U25 A-B, Gedung Tahir Sayap Utara, FKKMK UGM
Biaya/ Tarif Per Peserta : Rp100.000
Kontak / PIC Pengusul yang dapat dihubungi
Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc, Ph.D, HP : 0895326018833
Jadwal Kegiatan (alokasi waktu, materi dan narasumber)
Topik: Peran Pemimpin Klinis dalam Transformasi Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Anak Berbasis Mutu dan Kolaborasi Interprofesi
| Waktu | Materi | Narasumber | JEP |
|---|---|---|---|
| 13.30 – 13.35 | Pembukaan | Moderator | |
| 13.35 – 13.55 | Pengantar | Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD | 0,5 JEP |
| 13.55 – 14.40 | Materi 1: Pengembangan sistem rujukan berbasis kompetensi pelayanan klinis | Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua | 0,75 JEP |
| 14.40 – 15.25 | Materi 2: Identifikasi para pemimpin klinis di RS, peran dan fungsi serta pengembangan kepemimpinan | Dr. dr. Ida Safitri Laksanawati, SpA(K) | 0,75 JEP |
| 15.25 – 15.55 | Diskusi & Tanya Jawab | Moderator | 0,5 JEP |
| 15.55-16.00 | Penutup | Moderator |
Latar Belakang Kegiatan
Transformasi sistem kesehatan saat ini menuntut peran kepemimpinan klinis yang tidak hanya berfokus pada keunggulan klinis individual, tetapi juga pada kemampuan mengelola pembelajaran organisasi secara berkelanjutan. Tantangan pelayanan kesehatan mulai dari variasi mutu layanan, keselamatan pasien, fragmentasi sistem rujukan, hingga adopsi inovasi dan teknologi memerlukan pemimpin klinis yang mampu menjembatani praktik berbasis bukti, data pelayanan, serta pengambilan keputusan adaptif di tingkat layanan dan sistem.
Konsep Learning Health System (LHS) menawarkan kerangka kerja yang relevan untuk menjawab tantangan tersebut. LHS menekankan siklus berkelanjutan antara praktik pelayanan, pengumpulan dan pemanfaatan data, pembelajaran kolektif, serta perbaikan mutu yang terintegrasi dalam sistem sehari-hari. Dalam konteks ini, pemimpin klinis memegang peran strategis sebagai agen pembelajaran—yang tidak hanya menjalankan pelayanan, tetapi juga mendorong refleksi, inovasi, dan perubahan berbasis bukti di dalam organisasi layanan kesehatan.
Namun demikian, pemahaman dan penerapan konsep Learning Health System sebagai bagian inheren dari sifat dan praktik kepemimpinan klinis masih belum merata. Banyak pemimpin klinis belum secara sistematis memanfaatkan data pelayanan, hasil audit klinis, maupun pembelajaran lintas profesi sebagai dasar pengambilan keputusan dan perbaikan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan forum akademik dan praktis yang secara khusus membahas bagaimana konsep Learning Health System dapat dipahami, diinternalisasi, dan digunakan sebagai fondasi kepemimpinan klinis yang efektif dan berkelanjutan. Seri seminar ini diselenggarakan sebagai ruang pembelajaran bersama untuk memperkuat kapasitas pemimpin klinis dalam memahami dan menerapkan prinsip Learning Health System, sehingga mampu mendorong peningkatan mutu layanan, keselamatan pasien, dan kinerja sistem kesehatan secara berkesinambungan.
Tujuan Umum
Meningkatkan pemahaman dan kapasitas peserta dalam mengintegrasikan konsep Learning Health System sebagai bagian dari karakter, kompetensi, dan praktik kepemimpinan klinis dalam upaya peningkatan mutu dan kinerja pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.
Tujuan Khusus
- Menjelaskan konsep dan prinsip utama Learning Health System serta relevansinya dalam konteks pelayanan kesehatan dan kepemimpinan klinis.
- Mengidentifikasi peran dan tanggung jawab pemimpin klinis dalam mendorong pembelajaran berkelanjutan berbasis data dan bukti.
- Menganalisis keterkaitan antara kepemimpinan klinis, budaya belajar organisasi, dan perbaikan mutu layanan kesehatan.
- Memberikan contoh penerapan Learning Health System dalam praktik kepemimpinan klinis di fasilitas pelayanan kesehatan.
- Mendorong refleksi kritis peserta mengenai tantangan dan peluang penerapan Learning Health System di lingkungan kerja masing-masing.
- Menginspirasi peserta untuk mengembangkan sikap dan perilaku kepemimpinan klinis yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pembelajaran berkelanjutan.
Waktu dan Tempat Kegiatan
Hari/Tanggal : 4 Maret 2026
Waktu : 13.30 – 15.30 WIB
Tempat : Auditorium Tahir Lt.8 FK-KMK UGM
Biaya/ Tarif Per Peserta : Rp100.000
Kontak / PIC Pengusul yang dapat dihubungi
Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc, Ph.D, HP : 0895326018833
Jadwal Kegiatan (alokasi waktu, materi dan narasumber)
Topik: Memahami dan menggunakan konsep Learning Health System sebagai bagian dari sifat kepemimpinan
| Waktu | Materi | Narasumber | JEP |
|---|---|---|---|
| 13.30 – 13.35 | Pembukaan | dr. Ichlasul Amalia, MPH | |
| 13.35 – 13.55 | Pengantar | Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD | 0,5 JEP |
| 13.55 – 14.40 | Materi 1: Konsep dan Implementasi Learning Health System dalam Pelayanan Rumah Sakit | dr. Likke Prawidya Putri, MPH, Ph.D | 1 JEP |
| 14.40 – 15.25 | Materi 2: Peran Pemimpin Klinis dalam Menggerakkan Learning Health System di Layanan Kesehatan Anak | Dr. dr. Ida Safitri Laksanawati, SpA(K) | 1 JEP |
| 15.25 – 15.55 | Diskusi & Tanya Jawab | dr. Ichlasul Amalia, MPH | 0,5 JEP |
| 15.55-16.00 | Penutup | dr. Ichlasul Amalia, MPH |
Latar Belakang Kegiatan
Dengue masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di banyak kabupaten/kota di Indonesia, dengan fluktuasi kasus dan kematian yang dipengaruhi oleh faktor klinis, sistem pelayanan, perilaku masyarakat, serta tata kelola lintas sektor. Meskipun pedoman klinis dan sistem surveilans telah tersedia, kematian akibat dengue sering kali terjadi akibat keterlambatan deteksi, pengambilan keputusan klinis yang tidak optimal, rujukan yang tidak efektif, serta lemahnya koordinasi antarprofesi dan antarlevel layanan kesehatan.
Dalam konteks ini, kepemimpinan klinis memiliki peran krusial dalam menggerakkan respons sistem kesehatan yang cepat, terkoordinasi, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Pemimpin klinis baik di fasilitas layanan primer maupun rumah sakit yang dituntut tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga mampu memfasilitasi kolaborasi interprofesi, mengintegrasikan data klinis dan epidemiologis, serta mendorong pembelajaran bersama lintas tim dan lintas sektor.
Pendekatan interprofesi menjadi kunci dalam penanganan dengue yang kompleks, melibatkan dokter, perawat, tenaga laboratorium, petugas surveilans, promosi kesehatan, hingga manajemen fasilitas dan pemangku kepentingan di tingkat daerah. Studi kasus kepemimpinan klinis dalam konteks pengurangan kematian dengue di tingkat kabupaten/kota memberikan pembelajaran praktis tentang bagaimana kepemimpinan klinis dapat mengoordinasikan berbagai peran tersebut, mengatasi hambatan sistem, dan mendorong perbaikan layanan yang berdampak langsung pada penurunan kematian. Oleh karena itu, seminar ini diselenggarakan untuk membahas secara mendalam praktik kepemimpinan klinis berbasis kasus nyata, dengan fokus pada upaya menurunkan kematian dengue melalui pendekatan interprofesi dan penguatan koordinasi sistem layanan kesehatan daerah.
Tujuan Umum
Meningkatkan pemahaman peserta mengenai peran dan praktik kepemimpinan klinis dalam mengoordinasikan pendekatan interprofesi untuk mengurangi kematian akibat dengue di tingkat kabupaten/kota.
Tujuan Khusus
- Memahami tantangan klinis dan sistem pelayanan yang berkontribusi terhadap kematian akibat dengue di tingkat daerah.
- Mengkaji peran pemimpin klinis dalam pengambilan keputusan klinis, penguatan rujukan, dan koordinasi lintas profesi dalam penanganan dengue.
- Menganalisis studi kasus kepemimpinan klinis dalam upaya menurunkan kematian dengue di sebuah kabupaten/kota.
- Mengidentifikasi praktik kolaborasi interprofesi yang efektif dalam pelayanan dengue, dari layanan primer hingga rumah sakit.
- Mendorong refleksi peserta mengenai peran kepemimpinan klinis dalam mengatasi hambatan sistem dan meningkatkan keselamatan pasien dengue.
- Menginspirasi pengembangan kepemimpinan klinis yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil kesehatan masyarakat.
Waktu dan Tempat Kegiatan
Hari/Tanggal : Rabu/11 Maret 2026
Waktu : 13.30 – 15.30 WIB
Tempat : Auditorium Tahir Lt.8 FK-KMK UGM
Biaya/ Tarif Per Peserta : Rp100.000
Kontak / PIC Pengusul yang dapat dihubungi
Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc, Ph.D, HP : 0895326018833
Jadwal Kegiatan (alokasi waktu, materi dan narasumber)
Topik: Peran Pemimpin Klinis dalam Transformasi Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Anak Berbasis Mutu dan Kolaborasi Interprofesi
| Waktu | Materi | Narasumber | JEP |
|---|---|---|---|
| 13.30 – 13.35 | Pembukaan | dr. Ichlasul Amalia, MPH | |
| 13.35 – 13.55 | Pengantar Kasus Kepemimpinan Klinis dalam konteks Mengurangi Kematian Dengue di sebuah Kabupaten/Kota dengan pendekatan interprofesi. | Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD | 0,5 JEP |
| 13.55 – 14.40 | Materi 1: Kepemimpinan Klinis Dokter Anak dalam Penanganan Dengue Berat di Rumah Sakit Rujukan | Dr. dr. Ida Safitri Laksanawati, SpA(K) | 1 JEP |
| 14.40 – 15.25 | Materi 2: Kolaborasi dan Integrasi Peran Dinas Kesehatan dalam Analisis dan Tindak Lanjut Kematian Dengue | Rega Dharmawan, S.KM | 1JEP |
| 15.25 – 15.55 | Diskusi & Tanya Jawab | dr. Ichlasul Amalia, MPH | 0,5 JEP |
| 15.55-16.00 | Penutup | dr. Ichlasul Amalia, MPH |
Latar Belakang Kegiatan
Peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien tidak hanya ditentukan oleh kapasitas klinis individu, tetapi juga oleh dukungan sistem organisasi dan tata kelola yang memungkinkan pemimpin klinis menjalankan perannya secara efektif. Dalam praktiknya, banyak inisiatif perbaikan mutu dan keselamatan menghadapi hambatan struktural, seperti keterbatasan kewenangan, fragmentasi organisasi, ketidaksesuaian alur komando, serta keterbatasan sumber daya dan kebijakan pendukung. Kondisi ini menegaskan bahwa keberhasilan kepemimpinan klinis sangat bergantung pada peran pemimpin struktural di tingkat manajemen dan tata kelola.
Pemimpin struktural seperti direktur rumah sakit, kepala dinas kesehatan, manajer pelayanan, atau pimpinan unit yang memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kepemimpinan klinis. Peran tersebut mencakup penyelarasan kebijakan, pengorganisasian sumber daya, penetapan mekanisme koordinasi, serta penguatan budaya keselamatan dan pembelajaran organisasi. Tanpa dukungan struktural yang memadai, pemimpin klinis sering kali menghadapi keterbatasan dalam mengimplementasikan keputusan klinis berbasis mutu dan keselamatan secara konsisten.
Melalui pendekatan berbasis kasus, seminar ini bertujuan menggambarkan secara konkret bagaimana pemimpin struktural dapat berperan sebagai enabler kepemimpinan klinis—bukan sekadar sebagai pengambil keputusan administratif. Pembahasan kasus diharapkan memberikan pembelajaran praktis mengenai pola kolaborasi antara pemimpin struktural dan pemimpin klinis dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan yang responsif, aman, dan berkelanjutan.
Tujuan Umum
Meningkatkan pemahaman peserta mengenai peran pemimpin struktural dalam mendukung dan memperkuat kepemimpinan klinis untuk peningkatan mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan
Tujuan Khusus
- Memahami perbedaan dan keterkaitan peran pemimpin struktural dan pemimpin klinis dalam sistem pelayanan kesehatan.
- Mengidentifikasi hambatan struktural yang sering menghambat efektivitas kepemimpinan klinis di fasilitas dan sistem kesehatan.
- Menganalisis studi kasus peran pemimpin struktural dalam mendukung pengambilan keputusan dan tindakan pemimpin klinis.
- Menjelaskan bentuk dukungan struktural yang efektif, termasuk kebijakan, pengorganisasian, alokasi sumber daya, dan mekanisme koordinasi.
- Mendorong kolaborasi yang konstruktif antara pemimpin struktural dan pemimpin klinis dalam membangun budaya mutu dan keselamatan pasien.
- Menginspirasi pengembangan kepemimpinan struktural yang adaptif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan pelayanan klinis.
Waktu dan Tempat Kegiatan
Hari/Tanggal : 17 Maret 2026
Waktu : 13.30 – 15.30 WIB
Tempat : Auditorium Tahir Lt.8 FK-KMK UGM
Biaya/ Tarif Per Peserta : Rp100.000
Kontak / PIC Pengusul yang dapat dihubungi
Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc, Ph.D, HP : 0895326018833
Jadwal Kegiatan (alokasi waktu, materi dan narasumber)
Topik: Peran Pemimpin Klinis dalam Transformasi Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Anak Berbasis Mutu dan Kolaborasi Interprofesi
| Waktu | Materi | Narasumber | JEP |
|---|---|---|---|
| 13.30 – 13.35 | Pembukaan | dr. Dewi Ratmasari, MPH | |
| 13.35 – 13.55 | Pengantar Kasus Kepemimpinan Klinis dalam konteks Mengurangi Kematian Dengue di sebuah Kabupaten/Kota dengan pendekatan interprofesi. | Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD | 0,5 JEP |
| 13.55 – 14.40 | Materi 1: Peran Pimpinan Rumah Sakit dalam Mendukung Kepemimpinan Klinis | dr. Affan Priyambodo Permana, Sp.B.S(K) | 1 JEP |
| 14.40 – 15.25 | Materi 2: Sinergi Kepemimpinan Struktural dan Klinis dalam Tata Kelola dan Pengambilan Keputusan Rumah Sakit | Dr. dr. Darwito, SH, SpB.Subsp.Onk(K) | 1 JEP |
| 15.25 – 15.55 | Diskusi & Tanya Jawab | dr. Dewi Ratmasari, MPH | 0,5 JEP |
| 15.55-16.00 | Penutup | dr. Dewi Ratmasari, MPH |
