Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua

Ahli Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan

Hanevi Djasri adalah seorang pakar clinical quality management dengan pengalaman lebih dari tiga dekade dalam industri kesehatan. Memiliki latar belakang yang kuat sebagai dokter umum dan telah berhasil memimpin berbagai inisiatif peningkatan mutu di rumah sakit dan organisasi kesehatan lainnya.

Keahlian Dr. Hanevi Djasri meliputi: 1. Pengembangan Kebijakan: Merancang dan mengimplementasikan kebijakan serta strategi nasional untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. 2. Manajemen Mutu: Mengembangkan dan menerapkan sistem akreditasi dan manajemen mutu yang efektif di berbagai organisasi kesehatan. 3. Clinical Governance: Memimpin penerapan konsep clinical governance untuk memastikan kualitas dan keselamatan pasien. 4. Pendidikan: Menjadi dosen di bidang manajemen rumah sakit dan aktif dalam berbagai kegiatan pelatihan dan pengembangan kapasitas tenaga kesehatan.

Memperoleh gelar Dokter Umum dari Universitas Indonesia pada tahun 1994, Magister dalam bidang Administrasi Rumah Sakit dari Universitas Indonesia pada tahun 1997, Fellow dari International Society for Quality in Healthcare pada tahun 2018, serta Doktor dalam bidang Kedokteran dan Kesehatan dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 2019.

Aktif dalam membangun kerja sama peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui jaringan nasional dan internasional antara lain sebagai:

  • Ketua Indonesian Healthcare Quality Network / IHQN (sejak 2005)
  • Pengurus Pusat Persatuan Rumah Sakit Indonesia / PERSI (sejak 2009)
  • Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Manajemen Medik / PDMMI-IDI (sejak 2009)
  • Pengurus Pusat Asosiasi Rumah Sakit Daerah / ARSADA (sejak 2016)
  • Anggota Komite Nasonal Keselamatan Pasien / KNKP (sejak 2020)
  • Anggota The International Society for Quality in health care (ISQua)
  • Anggota Ikatan Konsultan Kesehatan Indonesia / IKKESINDO

Area penelitian terkait dengan pengembangan, penerapan, dan evaluasi clinical quality management, yang terbagi menjadi 3 bagian, yaitu:

Sistem regulasi mutu pelayanan kesehatan, meliputi: Penelitian aksi untuk mengembangkan kerangka kerja peningkatan mutu nasional atau daerah; Penelitian evaluasi regulasi mutu pelayanan kesehatan untuk penyakit atau kondisi spesifik seperti KIA-KB, TBC, Asma, Hipertensi, penyakit langka, Penelitian aksi untuk mengembangkan sistem akreditasi; Penelitian evaluasi sistem rujukan pelayanan kesehatan; Penelitian evaluasi mutu sistem surveilans kesehatan masyarakat.

Sistem manajemen mutu fasilitas pelayanan kesehatan, meliputi: Penelitian evaluasi mutu fasilitas pelayanan kesehatan, Penelitian aksi untuk penerapan sistem manajemen mutu; Penelitian aksi untuk penyusunan, pengukuran, dan evaluasi indikator mutu pelayanan kesehatan; Penelitian aksi untuk penerapan berbagai metode peningkatan mutu (lean management, ISO 9000, akreditasi, dsb).

Sistem manajemen mutu pelayanan klinis, meliputi: Penelitian evaluasi mutu pelayanan klinis melalui audit klinis; Penelitian aksi untuk pengembangan centre of excellence pelayanan spesialisasi di rumah sakit; Penelitian aksi untuk meningkatkan mutu pelayanan klinis melalui penerapan clinical pathways; Penelitian aksi untuk menurunkan angka kematian di fasilitas pelayanan kesehatan melalui mortality audit, termasuk mortality audit pada pandemi Covid-19; Penelitian aksi untuk penyusunan, pengukuran, dan evaluasi indikator mutu pelayanan klinis.

10 Penelitian Terbaru

  1. Meilia PD, Djasri H, Sanjaya GY. Strategy to Improve Electronic Medical Certification of Cause of Death at Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, Indonesia. JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit). 2024 Aug 15;13(2):226-37.
  2. Trisnantoro L, Utarini A, Meliala A, Mahendradhata Y, Lazuardi L, Laksanawati IS, Wartatmo H, Yoga H, Djasri H, Andayani NL, Handono D. Pengayaan Ilmu Kedokteran untuk Mengatasi Masalah Klinis dan Kesehatan Masyarakat: Pengalaman Universitas Gadjah Mada (1993–2023). UGM PRESS; 2024 Feb 20.
  3. Djasri H, Alfajri NZ, Asdary RN, Wardoyo MH. Strategies for increasing effective coverage of hypertension services in health care facilities: a scoping review. BKM Public Health and Community Medicine. 2024:e12927-.
  4. Frans S, Djasri H. Reducing Unmet Need for Family Planning in Indonesia: A Policy Analysis Report. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia: JKKI. 2023 Dec;12(4):224-9.
  5. Nappoe SA, Djasri H, Kurniawan MF. Chronic disease management programme (PROLANIS) in Indonesia: case study. World Health Organization; 2023 Oct 10.
  6. Hardhantyo M, Djasri H, Nursetyo AA, Donna B, Ariani M, Pangaribuan H, Yogadhita GY, Yulianti A, Adipradipta BR. Evidence-Based Policy Recommendations for Public Health Emergency Operation Centers in Regional Settings: A Case Study in Indonesia. Public health reviews. 2023 Aug 4;44:1604899.
  7. Hardhantyo M, Djasri H. Perbaikan Layanan Pneumonia Anak Di Fasilitas Kesehatan: Tindak Lanjut Deklarasi Global Untuk Pneumonia Anak. The Journal of Hospital Accreditation. 2023 Jun 24;5(01):1-2.
  8. Hardhantyo M, Djasri H, Pangaribuan H, Nursetyo AA, Adipradipta BR, Donna B, Ariani M, Yogadhita GY, Yulianti A. Preferable model of Public Health Emergency Operation Center in the regional level of Indonesia. Population Medicine. 2023 Apr 27;5(Supplement).
  9. Djasri H, Hardhantyo M, Nursetyo AA, Rachela B, Yulianti A. Quality of National Disease Surveillance Reporting before and during COVID-19. Population Medicine. 2023 Apr 27;5(Supplement).
  10. Firdaus I, Juzar DA, Dewanggi B, Nurfitri S, Utarini A, Djasri H. Timeframe Factors of Door-to-Device Time During Pandemic Situation in a Tertiary Cardiovascular Centre in Indonesia. Indonesian Journal of Cardiology. 2023;44(4):131-41.