Modul 2: Tools dalam melakukan Transformasi secara Tematik
“Transformasi kesehatan untuk mengatasi masalah-masalah kesehatan prioritas (Tematik): Kasus Kematian Ibu.”

Selasa, 16 Desember 2025 — Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) kembali menyelenggarakan Seri Seminar Reformasi Sistem Kesehatan Sesi 4 sebagai bagian dari Modul 2 yang membahas alat dan pendekatan dalam melakukan transformasi kesehatan secara tematik, dengan menempatkan kematian ibu sebagai isu kesehatan prioritas nasional yang hingga kini masih menjadi tantangan serius bagi sistem kesehatan Indonesia. Seminar ini tidak hanya membahas kematian ibu dari sudut pandang klinis, tetapi secara tegas memosisikannya sebagai persoalan sistemik yang mencerminkan kinerja layanan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan faktor risiko sebelum kehamilan, mutu pelayanan antenatal, kesiapan dan respons layanan persalinan, hingga kesinambungan perawatan pada masa nifas. Melalui pendekatan tematik, sesi ini menyoroti bahwa tingginya risiko kematian ibu kerap dipengaruhi oleh lemahnya integrasi antar layanan, keterbatasan sistem rujukan, ketimpangan akses dan kapasitas antar wilayah, serta koordinasi lintas sektor yang belum optimal, sehingga penurunan angka kematian ibu hanya dapat dicapai apabila transformasi kesehatan dilakukan secara terarah, lintas fase kehidupan perempuan, dan melibatkan berbagai aktor dalam satu kerangka sistem yang saling terhubung.
Pengantar: Alat-alat dalam melakukan transformasi secara Tematik — Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD
Sesi ini dibuka oleh Prof. Laksono Trisnantoro yang mengajak peserta untuk meninjau kembali cara pandang dalam merespons persoalan kesehatan prioritas melalui pendekatan tematik. Ia menegaskan bahwa transformasi kesehatan tidak cukup dilakukan dengan menambah program atau memperluas cakupan layanan secara terpisah, melainkan memerlukan alat analisis dan kerangka kerja yang mampu menautkan berbagai intervensi ke dalam satu tujuan bersama. Dalam paparannya, Prof. Laksono menjelaskan bahwa pendekatan tematik berfungsi sebagai alat strategis untuk memusatkan perhatian sistem kesehatan pada satu masalah utama dalam hal ini kematian ibu agar berbagai sumber daya, aktor, dan kebijakan dapat diarahkan secara lebih fokus dan selaras. Ia menyoroti bahwa selama ini banyak intervensi kesehatan berjalan sendiri-sendiri, terkotak dalam logika program dan indikator sektoral, sehingga dampaknya terhadap masalah prioritas sering kali tidak signifikan. Melalui transformasi tematik, setiap kebijakan, layanan, dan inovasi diharapkan dapat dibaca kontribusinya terhadap penurunan risiko dan kematian ibu di seluruh fase kehidupan perempuan. Prof. Laksono juga menekankan pentingnya penggunaan data, pemetaan aktor, serta pemahaman hubungan hulu–hilir dalam sistem kesehatan sebagai alat utama transformasi, sehingga pengambilan keputusan tidak lagi bersifat reaktif, tetapi berbasis pada gambaran utuh ekosistem kesehatan yang ingin diperbaiki.
Dashboard Sistem Kesehatan (DaSK) dalam Transformasi Ekosistem Kesehatan Ibu — Monita Destiwi, SKM.,MA
Memasuki sesi pembahasan utama, Bu Monita Destiwi membawa diskusi pada tataran yang lebih aplikatif dengan menguraikan bagaimana pendekatan ekosistem kesehatan ibu dapat digunakan sebagai alat transformasi dalam menurunkan angka kematian ibu. Ia menjelaskan bahwa kesehatan ibu tidak berdiri pada satu titik layanan, melainkan dibentuk oleh rangkaian proses panjang yang melibatkan banyak pelaku dengan peran berbeda di setiap fase kehidupan reproduksi perempuan. Pada fase sebelum kehamilan, misalnya, upaya pencegahan faktor risiko dan pembentukan perilaku sehat menjadi fondasi penting, yang menuntut keterlibatan aktor di luar sektor kesehatan formal, seperti guru, tokoh masyarakat, promotor kesehatan, hingga tenaga gizi masyarakat. Menurut dr. Monita, fase ini kerap diabaikan, padahal banyak risiko kematian ibu justru berakar dari kondisi kesehatan dan sosial yang tidak ditangani sejak dini.
Lebih lanjut, Bu Monita menekankan bahwa pada fase kehamilan dan persalinan, peran tenaga kesehatan menjadi sangat menentukan. Bidan, perawat, dokter umum, hingga dokter spesialis tidak hanya dituntut memberikan pelayanan klinis, tetapi juga memastikan deteksi dini komplikasi, pengambilan keputusan yang tepat waktu, serta kesiapan sistem dalam menghadapi kegawatdaruratan obstetri. Ia menyoroti bahwa kualitas pelayanan pada fase ini sangat bergantung pada keterhubungan antar layanan dan kelancaran sistem rujukan, bukan semata pada kompetensi individu tenaga kesehatan. Sementara itu, pada fase nifas, kesinambungan pelayanan sering kali melemah, meskipun periode ini menyimpan risiko kesehatan yang tidak kalah serius bagi ibu. Pemantauan pascapersalinan, menurutnya, masih kerap dipandang sebagai pelengkap, bukan sebagai bagian integral dari upaya pencegahan kematian ibu.
Dalam pemaparannya, Bu Monita juga menyoroti peran strategis aktor perencanaan, seperti Bappeda dan Dinas Kesehatan, yang kerap berada di balik layar tetapi sangat menentukan arah intervensi. Ia menegaskan bahwa tanpa perencanaan program yang berbasis ekosistem dan indikator yang saling terhubung antar fase, berbagai upaya di lapangan akan berjalan terpisah dan sulit menghasilkan dampak yang nyata. Menurutnya, kegagalan menurunkan angka kematian ibu selama ini lebih sering disebabkan oleh lemahnya integrasi antar intervensi dan kurangnya koordinasi antar pelaku dalam ekosistem, bukan karena ketiadaan program. Oleh karena itu, penerapan prinsip transformasi kesehatan mulai dari penguatan sistem rujukan, pemanfaatan data dan sistem informasi, hingga kolaborasi lintas sektor yang menjadi kunci agar pendekatan ekosistem tidak berhenti sebagai konsep, tetapi benar-benar berfungsi sebagai alat perubahan dalam upaya menurunkan kematian ibu.
Diskusi: Tantangan Implementasi dan Kesenjangan Antar Tahap Pelayanan
Sesi diskusi memperlihatkan berbagai tantangan nyata dalam menerjemahkan pendekatan ekosistem ke dalam praktik di daerah. Sejumlah mahasiswa menyoroti bahwa intervensi kesehatan ibu masih cenderung terkonsentrasi pada fase persalinan, sementara fase pra-kehamilan dan pasca-persalinan belum mendapat perhatian yang seimbang. Kondisi ini menyebabkan upaya pencegahan risiko sering terlambat dan penanganan komplikasi menjadi lebih sulit. Diskusi juga menyinggung persoalan koordinasi lintas sektor yang belum optimal, termasuk keterbatasan integrasi antara sektor kesehatan, pendidikan, dan sosial. Beberapa peserta menekankan bahwa tanpa dukungan perencanaan dan penganggaran yang selaras, pendekatan ekosistem berisiko berhenti pada tataran konsep. Menanggapi hal tersebut, Prof. Laksono menegaskan bahwa transformasi tematik membutuhkan kepemimpinan sistem yang kuat serta penggunaan data sebagai dasar pengambilan keputusan. Tanpa itu, berbagai aktor dalam ekosistem akan tetap bekerja secara parsial dan tidak menghasilkan dampak sistemik.
Penutup
Sesi ini menegaskan bahwa penurunan kematian ibu tidak dapat dicapai melalui intervensi tunggal atau pendekatan jangka pendek. Pendekatan tematik berbasis ekosistem menawarkan kerangka yang lebih komprehensif untuk memahami kompleksitas persoalan kesehatan ibu dan merancang intervensi yang terintegrasi lintas fase dan lintas sektor. Dalam konteks Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), pembahasan ini berkontribusi langsung pada SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui upaya penurunan angka kematian ibu, SDG 10 (Reduced Inequalities) melalui penekanan pada pemerataan akses layanan kesehatan ibu, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi dalam ekosistem kesehatan. Seminar ini menegaskan bahwa transformasi kesehatan yang berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila sistem kesehatan dikelola secara menyeluruh, terkoordinasi, dan berpihak pada keselamatan ibu sebagai indikator utama keberhasilan pembangunan kesehatan.
Reporter:
- Fadliana Hidayatu Rizky Uswatun Hasanah, S.Tr.Keb., MHPM
- Aninditya Ratnaningtyas, S.Gz., M.Sc










Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!